JPU Limpahkan Tahanan Dan Berkas Tersangka Binahati B Baeha di PN Tipikor Medan Untuk disidangkan

Hari ini Binahati B Baeha resmi kami serahkan kepada Pengadilan Negeri Tipiko Medan,  masih tersangka tunggal untuk disidangkan,  ditambahkan pihak kejaksaan,

Tersangka masih mantan Bupati Nias, Binahati Benedictus Baeha,” tuturnya.

modal Pemerintah Kabupaten Nias, Sumatera Utara kepada PT Riau Airlines senilai Rp 6 miliar pada 2007 dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Gunungsitoli.

 

.

“Tetapi karena jaksa bilang sudah lengkap (P 21), tersangka kami serahkan,” ujar Wakil Kepala Kepolisian Resor Nias, Sumatera Utara, Kompol Emanueli Harefa di Mapolres Nias,

Emanueli mengungkapkan, meski penyidik telah memeriksa 38 saksi termasuk saksi ahli sebanyak 6 orang, belum ada tersangka baru dalam kasus tersebut.

 

 Kasus yang melibatkan mantan Bupati Nias Binahati Benedictus Baeha akhirnya dilimpahkan setelah 10 tahun terkendala saksi dan petunjuk. Sebab sebagian saksi sudah meninggal. Karenanya, pelimpahan berkas dibarengi dengan panyerahan tersangka kepada jaksa

(Baca juga: Mantan Bupati Nias Ditahan Kejaksaan atas Kasus Korupsi Rp 6 Miliar)

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, Yus Iman Harefa menuturkan, sejauh ini dari hasil pemeriksaan mantan Bupati Nias Binahati Benedictus Baeha, membantah melakukan tindak pidana korupsi.

Namun pihaknya tetap menahan mantan bupati Nias tersebut selama 20 hari ke depan untuk segera dilimpahkan kasusnya ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Mantan bupati Nias tersebut dijerat pasal 2, pasal 3, junto pasal 18, junto pasal 55 KUHPidana dengan ancaman 20 tahun penjara.

Sejauh ini pihak Kuasa Hukum Binahati B Baeha belum bisa memberi Tanggapan atas Nota pembelaan pada sidang berlangsung,

Maaf,  secara resmi kami akan sampaikan, tutupnya kepada awak media

Sbr:independent berita

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*