Binahati B Baeha Ditahan Kejaksaan Negeri Gusit, Kasus PT RAL 6 Miliar Rupiah

GUNUNGSITOLI, NIAS — Sore ini, Selasa 10/10/2017, sekira Pukul 17.11 Wib, Binahati B Baeha dijebloskan ke penjara oleh Kejaksaan Negeri Gunungsitoli.

Tersangka dugaan korupsi dana Penyertaan Modal Kabupaten Nias kepada Riau Airlines, ditahan. Untuk 20 hari ke depan, ia akan menginap di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Gunungsitoli.

Mantan Bupati Nias periode 2001-2011 itu diantar ke Lapas Gunungsitoli oleh Kepala Seksi Intelijen Jimmy Donovan dan Kasi Pidana Khusus Yus Iman Harefa. Saat ditahan, Binahati Baeha mengenakan kemeja lengan pendek warna putih bergaris biru dan celana panjang hitam. Ia dikawal Staf Pidsus Kejari Gunungsitoli, Yamo Zendrato dan Etieli Lase. Tidak sendirian, Binahati Baeha didampingi istrinya, Lenni Binahati Baeha dan seorang Pengacara dari Jakarta.

Menurut Kepala Kejari Gunungsitoli, Parningotan Bakkara, penahanan dilakukan setelah pihak Kepolisian Resor Nias melimpahkan berkas dugaan kasus korupsi itu beserta barang bukti dan tersangkanya. “Sudah tahap 2 dari Polres Nias, dengan berbagai pertimbangan sehingga dilakukan penahanan,” ujarnya melalui Kasi Pidsus, Yus Iman Harefa, malam ini sekira pukul 19.15 Wib di ruang kerja.

“Segera kami akan melimpahkan berkas kasus dugaan korupsi ini ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan,” imbuh Yus Iman Harefa.

Tokoh Pemekaran Kepulauan Nias ini enggan berkomentar banyak saat diantar Jaksa menuju Lapas Gunungsitoli. “Uang itu belum saya pakai, tapi demi memperjuangkan Kepulauan Nias,” ungkapnya singkat.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Nias memberikan dana senilai Rp 6 miliar sebagai Penyertaan Modal pada perusahaan penerbangan PT Riau Airlines di tahun 2007. Sempat mandek, kasus ini mencuat kembali setelah LSM di Kepulauan Nias menyurati Kapolri para 6 Januari 2017. Isinya, meminta Kapolri memerintahkan Polres Nias segera menindaklanjuti pengusutan kasus yang diduga melibatkan sejumlah mantan pejabat di Pemkab Nias.

Hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Sumut, negara dirugikan hingga Rp 6 milliar. Sebab sejak menyertakan modal, Pemkab Nias tidak pernah menerima pembagian keuntungan. Sampai kontrak berakhir di tahun 2010, modal tersebut tidak juga kembali.

Surat Perjanjian Pemkab Nias bernomor : 2391/DIR/XI2007 atas nama Bupati Nias Binahati B Baeha, dengan saksi M Ingati Nazara selaku Ketua DPRD Kabupaten Nias. Sedangkan pihak Riau Airlines oleh Direktur atas nama Heru Nurhayadi dengan saksi Sutito Zainudin dan Ritawati, bernomor: 050/09/2007.

Perjanjian itu didasari Surat Persetujuan bernomor: 050/4474/DPRD tanggal 19 November 2007, tentang Persetujuan Penyertaan Modal Pemkab Nias kepada PT Riau Airlines

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*